Showing posts with label Tokoh IT. Show all posts
Showing posts with label Tokoh IT. Show all posts

Tuesday, 17 February 2015

Kisah Andy Rubin: Mantan Karyawan Apple Penemu Android

andy rubin,kisah andy rubin,kisah sukses andy rubin,kisah pendiri android,kisah android,kisah penemu android
Andrew “Andy” Rubin bolehlah dijuluki “Bapak Android”. Ia merupakan pendiri Android Inc, yang kemudian dibeli Google dan “meledak” jadi sistem operasi smartphone laris.
Sempat jadi Kepala Sistem Operasi Android di Google, Andy kemudian mendapat tugas mengembangkan proyek robot Google.
Dua tahun bertugas di divisi robotik itu, Andy memutuskan mengundurkan diri dari Google pada Jumat (31/10/2014). Rubin disebut akan mendirikan perusahaan inkubator yang bergerak di bidang teknologi hardware.
Salah satu kalimat Rubin tentang Android yang terkenal adalah, “Kami tidak sedang membuat sebuah ponsel Google; kami memungkinkan ribuan orang untuk membuat ponsel Google!”
Kalimat itu seakan menegaskan filosofi di balik ponsel Android. Terbukti, sekarang ada banyak jenis ponsel, tablet, dan bahkan kamera yang menjalankan sistem operasi Android.
Karier Rubin di Google dimulai sejak 2005, saat Android Inc dilahap oleh Google. Namun, sebelum itu, Rubin ternyata sudah pernah bersinggungan dengan Apple dan Microsoft, dua raksasa yang sekarang juga bersaing dengan Google di arena smartphone.
Masuk Apple dari pantai
Sejak kecil, Rubin sudah terbiasa melihat banyak gadget baru. Ini karena ayahnya, seorang psikolog yang banting setir ke bisnis direct marketing, menyimpan produk elektronik yang akan dijualnya di kamar Rubin.
Ia memiliki minat besar pada segala hal berbau robot. Di Carl Zeiss AG, tempat kali pertama ia bekerja setelah lulus kuliah, Rubin berada di sebuah divisi robotika, tepatnya pada komunikasi digital antara jaringan serta perangkat pengukuran dan manufaktur.
Setelah dari Carl Zeiss, ia sempat bekerja di bidang robot di sebuah perusahaan di Swiss. Karier Rubin di bidang robotika nampaknya semakin cerah. Namun, hidupnya berubah gara-gara liburan di Cayman Island tahun 1989.
Saat sedang mengunjungi kepulauan tropis di Jamaika itu, Rubin tak sengaja bertemu dengan seorang bernama Bill Caswell. Pria ini sedang tidur di tepi pantai, terusir dari sebuah cottage setelah bertengkar dengan pacarnya.
Andy menawarkan pria itu tempat tinggal. Sebagai balas budi, Casswell menawarkannya pekerjaan. Kebetulan, pria itu bekerja di Apple.
Di Apple, Rubin mengalami masa-masa yang menyenangkan. Pada saat itu, Apple masih dalam kondisi baik berkat komputer Macintosh.
Budaya Apple pun menular pada diri Rubin. Di sana ia sempat melakukan kejahilan seperti memprogram ulang sistem telepon sehingga ia bisa berpura-pura sebagai sang CEO, John Sculley.
Lelucon seperti itu mungkin akan disukai Steve Jobs, pria yang gemar membuat lelucon lewat telepon. Namun ketika itu adalah periode Apple tanpa Jobs.
“Dilempar” ke General Magic
Dari bagian manufaktur, Rubin pindah ke bagian riset di Apple. Kemudian, pada 1990, Apple melakukan spin-off untuk membentuk sebuah perusahaan bernama General Magic dan Rubin ikut di dalamnya.
General Magic berfokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Para engineer yang gila kerja, termasuk Rubin tentunya, berhasil mengembangkan sebuah peranti lunak bernama Magic Cap.
Sayangnya, Magic Cap tidak mendapat sambutan dari perusahaan handset dan telekomunikasi. Beberapa yang menerapkan Magic Cap hanya melakukannya sebentar. General Magic pun akhirnya hancur.
Beberapa pengembang di General Magic, bersama beberapa veteran Apple, kemudian mendirikan Artemis Research. Perusahaan ini mengembangkan sesuatu bernama WebTV, sebuah upaya awal untuk menggabungkan internet dengan televisi.
“Mampir” ke Microsoft
Rubin bergabung dengan Artemis untuk ikut mengembangkan WebTV tersebut. Saat Microsoft membeli Artemis, di 1997, Rubin pun ikut bergabung dengan perusahaan raksasa itu.
Episode gila khas Rubin kembali terjadi di Microsoft. Rubin membangun sebuah robot yang dilengkapi kamera untuk mengerjai rekan-rekannya. Gilanya, robot itu terhubung ke internet dan pada satu insiden sempat dibobol oleh pihak di luar Microsoft.
Pada 1999, Rubin keluar dari WebTV (dan artinya, ia tak lagi menjadi karyawan Microsoft). Ia kemudian menyewa sebuah toko di Palo Alto, California, dan menyebut toko itu sebagai laboratorium.
Di tempat yang penuh dengan berbagai mainan robot koleksi Rubin, lahirlah sebuah ide untuk produk baru. Bersama beberapa rekannya, Rubin kemudian mendirikan Danger Inc.
Sukses awal dengan Sidekick
Sukses diraih Danger melalui sebuah perangkat bernama Sidekick. Aslinya, perangkat ini dinamai Danger Hiptop. Namun, di pasaran ia dikenal sebagai T-Mobile Sidekick.
“Kami ingin membuat sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, dengan harga di bawah 10 dollar AS, dan bisa digunakan untuk men-scan sebuah benda dan mendapatkan informasi soal benda itu dari internet. Lalu, tambahkan perangkat radio dan transmiter, jadilah Sidekick,” tutur Rubin soal Sidekick.
Saat ini, Sidekick memang sudah terlihat usang. Namun pada masanya, Sidekick adalah sebuah benda yang ganjil dengan konsep teknologi yang melampaui zaman.
Perangkat itu, menurut Rubin, merupakan pengakses data dengan kemampuan telepon. Ketika muncul di pasaran, Sidekick harus menghadapi kenyataan bahwa PDA sedang kehilangan pasar. Namun, Rubin menegaskan bahwa Sidekick bukanlah PDA.
“Seharusnya, orang-orang bukan bertanya apakah ini PDA atau ponsel. Mereka harusnya bertanya, apakah ini platform untuk pengembang pihak ketiga? Ini adalah hal yang baru. Ini adalah untuk kali pertama sebuah ponsel dijadikan platform untuk pengembang pihak ketiga,” kata Rubin.
Sekarang, apa yang dikatakan Rubin bukan hal aneh lagi. Lihat saja Apple dengan jutaan aplikasi pihak ketiga yang hadir di iPhone.
Hal lain yang dilakukan Danger, yang pada masa itu belum terpikirkan, adalah menjembatani antara pembuat handset dan penyedia jaringan. Danger memutuskan untuk berbagi keuntungan dengan T-Mobile dalam layanan Sidekick.
Dengan demikian, Danger tak mengandalkan penjualan handset sebagai sumber penghasilan satu-satunya, tetapi juga dari layanannya. Ini membuat perusahaan pembuat perangkat (Danger) memiliki tujuan yang sama dengan penjual perangkat (operator telekomunikasi T-Mobile).
Dicaplok Microsoft
Rubin meninggalkan Danger pada 2004. Pada 2008, perusahaannya itu dibeli oleh Microsoft.
Sang Raksasa rupanya tertarik untuk memasuki bisnis ponsel dengan lebih agresif lagi. Nilai yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung. Menurut kabar yang beredar, Microsoft membeli Danger dengan harga 500 juta dollar AS.
Namun, pembelian Danger oleh Microsoft ternyata tidak membawa hasil yang berbunga-bunga. Para eksekutif yang tersisa dari Danger digabungkan oleh Microsoft ke dalam Mobile Communication Business, dari divisi Entertainment dan Devices.
Kemudian, mereka diminta mengembangkan sebuah ponsel yang dikenal dengan sebutan Project Pink. Targetnya, ponsel ini harusnya bisa menjadi pesaing iPhone, BlackBerry, dan Android.
Gagalnya Project Pink
Menurut ComputerWorld, Project Pink menderita penyakit klasik di sebuah perusahaan besar. Karena proyeknya cukup bergengsi, ia diperebutkan oleh beberapa pihak. Lebih parahnya lagi, perkembangannya makin melenceng dari yang diinginkan.
Contohnya, awalnya ponsel itu akan dikembangkan dengan basis Java, tetapi kemudian diminta untuk menggunakan sistem operasi Microsoft. Sayangnya, Windows Phone 7, yang seharusnya bisa digunakan untuk Project Pink, belum siap.
Walhasil, saat diluncurkan, ponsel yang akhirnya bernama Microsoft Kin ini menggunakan sistem operasi Windows untuk ponsel yang “lawas”. Sambutan pasar yang dingin pun membuat Kin akhirnya harus ditutup, hanya beberapa bulan sejak diluncurkan.
Nasib layanan Sidekick, yang diwarisi Microsoft dari Danger, juga tak terlalu baik. Dalam satu insiden, yang masih belum diketahui pasti apa penyebabnya, pelanggan Sidekick tiba-tiba kehilangan semua data mereka.
Satu yang perlu diketahui, semua data pada Sidekick memang disimpan “di awan” (dalam hal ini pada server yang dikelola Microsoft dan bisa diakses melalui internet). Nah, ketika server itu mengalami gangguan, semua data pengguna Sidekick pun lenyap.
Memikat pendiri Google
Pada awal 2002, Rubin sempat memberikan sebuah kuliah di Stanford mengenai pengembangan Sidekick. Pasalnya, meski penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu dinilai cukup baik dari sisi engineering.
Sebuah kebetulan bahwa Larry Page dan Sergei Brin, pendiri Google, ikut hadir dalam kuliah tersebut. Selepas kuliah, Page menemui Rubin untuk melihat Sidekick dari dekat.
Rupanya, Page melihat perangkat itu menggunakan mesin cari Google. “Keren,” ujar Page.
Ini adalah sebuah titik tolak bagi Page untuk sebuah ide yang dalam beberapa tahun kemudian akan terwujud: sebuah ponsel Google.
Mendirikan Android
Lebih kurang dua tahun setelah itu, Rubin telah meninggalkan Danger dan mencoba melakukan hal-hal baru. Di antaranya mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum akhirnya ia mendirikan Android.
Rubin menginkubasi Android saat ia menjadi enterpreneur-in-residence bersama perusahaan modal ventura Redpoint Ventures di 2004. “Android berawal dari satu ide sederhana: sediakan platform mobile yang tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong inovasi lebih cepat demi keuntungan pelanggan,” ujar Rubin.
Pada Juli 2005, 22 bulan setelah Android berdiri, perusahaan itu ditelan oleh raksasa Google. Rubin pun memilih untuk bergabung dengan Google.
Ketika membeli Android Inc, Google tidak menyebutkan dengan rinci berapa harga yang dibayarkan dan apa yang ingin dilakukannya dengan perusahaan itu. Bahkan, Google menyebut pembelian itu sebagai akuisisi terhadap sumber daya manusia dan teknologinya saja.
Selain Andy Rubin, Google memang meraup banyak orang brilian dari Android. Ini termasuk Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin, dan juga pengembang Moxi Digital); Richard Miner (mantan Vice President Orange, perusahaan telekomunikasi); serta Chris White (pendiri Android dan perancang interface WebTV).
Revolusi “Robot Hijau”
Bersama Google, Android diberi kekuatan ekstra. Perusahaan asal Mountain View, California, itu kemudian membentuk Open Handset Alliance untuk mengembangkan perangkat bagi Android.
“Google tak bisa melakukan segalanya, dan kami tidak perlu. Itulah mengapa kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 rekanan,” ujar Rubin.
Perangkat Android yang hadir di pasaran memang bukan buatan Google. Petarung kelas berat Android termasuk Motorola, Samsung, dan HTC yang masing-masing melemparkan ponsel Android andalan mereka ke pasaran.
“Sekadar melemparkan peranti lunak tidaklah cukup,” Rubin menjelaskan. “Anda perluhandset yang dikembangkan untuk peranti lunak ini dan penyedia jaringan yang mau memasarkannya.”
Seperti kata Larry Page, saat mengumumkan mundurnya Rubin dari jabatannya, awalnya banyak orang menganggap Rubin “gila”.
“Ia percaya, menerapkan standar dengan memanfaatkan sistem operasi open sourceakan mendorong inovasi di industri mobile. Kebanyakan orang saat itu menganggap ia gila. Tapi kami (pendiri Google, Page dan Brin) sepakat dengan pemikirannya,” ujar Page.
Saat ini, kata Page, Android adalah sistem operasi mobile paling banyak digunakan di dunia. “Pencapaian yang melebihi ambisi gila kami saat mengembangkan Android pada awalnya,” kata Page.
Apakah kiprah “Bapak Android” berikutnya?
“Saya berharap Andy mendapatkan yang terbaik ke depannya. Android yang diciptakannya benar-benar luar biasa – dengan satu miliar lebih pengguna yang senang. Terima kasih,” demikian kata perpisahan dari CEO Google Larry Page.

Linus Torvalds, sang pendiri Linux

Linus Benedict Torvalds atau yang lebih dikenal dengan Bapak Linux ini lahir di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 28 Desember 1969. Linus Torvalds dikenal sebagai salah seorang rekayasawan perangkat lunak yang piawai di Finlandia, khususnya karena Ia merupakan orang yang pertama kali merintis pengembangan dari Kernel Linux. Karena pengembangan yang dilakukan pada Kernel Linux ini Ia dikenal sebagai Bapak Linux Dunia dan sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.


Biografi Bapak Linux Dunia, Linus Torvalds

Linus Torvalds sudah menyukai dunia perangkat lunak ini sejak Ia kecil. Ketika usianya baru menginjak 10 tahun, Linus sudah mulai untuk mendalami dunia perangkat lunak, dan pada saat itu Ia mencoba untuk membuat sebuah pemrograman komputer melalui komputer Commoore VIC-20 milik kakeknya. Pada tahun 1988, Bapak Linux ini kuliah di university of Helsinky, Finlandia. Disana Ia mulai mengenal pemrograman C. Untuk lebih memperdalam ilmunya tersebut, Ia kemudian membeli sebuah komputer yang pada saat itu masih menggunakan MS-DOS buatan microsoft sebagai sistem operasinya. Namun, ketika mempunyai komputer ini, Ia lebih tertarik menggunakan sistem operasi UNIX yang dipakai di Universitasnya untuk komputer pribadinya ini. Setelah mempunyai komputer pribadinya inilah, Ia sering melakukan eksperiman dan percobaan untuk mengembangkan sistem operasi yang memadai untuk PC UNIX. Tak butuh waktu yang lama, beberapa bulan kemudian akhirnya Linus berhasil membuat versi pertamanya yang Ia beri nama Linux. Pengambilan nama Linux sebagai brand ini bagi sebagian orang diartikan gabungan dari akronim Linus dan UNIX.


Linux sendiri terinsipirasi oleh Minix. Minix merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum yang digunakan untuk mengembangkan sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada sebuah PC. Dari program inilah, Linus mencoba untuk mengembangkannya agar lebih sempurna, dan akhirnya jadilah Linux yang sekarang dapat dijalankan pada berbagai gadgets.

Pada tahun 1991, Linus Torvalds membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux yang besarnya seukuran disket via internet. Tak disangka, Ia mendapatkan respon yang luar biasa dari orang diseluruh dunia terutama orang yang berkecimpung di bidang perangkat lunak. Linus juga sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya ini akan mendapatkan respon yang sangat luar biasa. Bahkan para pesaing seperti Microsoft sangat tertarik dan mulai ikut mengembangkan Linux. Perusahaan yang bergerak dalam bidang IT seperti Nestcafe Communication, Corel, Oracle, Intel, dan perusahaan-perusahaan lain mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mendukung Linux sebagai alternatif sistem operasi yang murah sekaligus andal. Dan Ia tidak menyangka bahwa Linux berkembang dengan sangat cepat sehingga menjadi sistem operasi yang paling menjanjikan, dan bisa digunakan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.


Penggunaan sistem operasi Linux di negara-negara berkembang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Harga perangkat lunak pada saat itu bisa mencapai 100 dollar AS atau lebih. Di negara yang rata-rata penghasilan per tahunnya antara 200-300 dollar AS, uang 100 dollar AS merupakan jumlah yang sangat besar. Dengan adanya sistem operasi Linux ini, semua berubah dengan seketika. Karena Linux dapat digunakan pada komputer yang tergolong lama, dan Linux juga dapat menjadi alternatif paling cocok bagi komputer beranggaran kecil.
Karena keterbukaan inilah, banyak kelompok-kelompok pengembang yang turut andil dalam memperbaiki segala fiturnya, sekaligus memindahkan berbagai macam aplikasi agar juga bisa berjalan di Linux. Salah satu hasil dari pengembangan tersebut adanya perubahan interface yang lebih user friendly. Semua itu dapat dilakukan berkat adanya KDE dan GNOME. Berkat integrasi dari kedua sistem operasi ini, tampilan desktop Linux lebih menarik dan mampu mengubah persepsi orang diseluruh dunia mengenai Linux.

Pemanfaatan dari sistem operasi Linux tidak hanya digunakan oleh komputer biasa saja, sekarang Linux sudah diterapkan pada superkomputer dunia seperti The Tetragrid, sebuah Mega Komputer dari Amerika yang dapat menghitung lebih dari 13 triliun kalkulasi per detik (13.6 TeraFLOPS â?? Floating Operations Per Second). The Tetragrid ini biasanya digunakan untuk mencari solusi dari masalah matematika yang kompleks dan simulasi, riset kanker, hingga membuat ramalan cuaca.

Ketika awal diperkenalkan ke publik, sistem operasi Linux ini tidak mempunyai logo. Para pengembang pun bertanya-tanya dan juga mengusulkan agar Linux secepatnya diberi logo sebagai identitas dari sistem operasi ini layaknya sistem operasi Windows yang dimiliki oleh Microsoft. Sekian lama mencari logo yang pas buat Linux, akhirnya Linux menemukan logo yang tepat dan memberi nama logonya dengan sebutan Penguin Tux(Torvalds Unix). Logo Penguin Tux ini dirancang oleh seniman Larry Ewing. Terpilihnya logo penguin bukan tanpa alasan, hal ini berdasarkan pengalaman Linus yang pada saat itu sedang berlibur, ketika liburan tersebut Ia pergi ke daerah selatan. Disanalah dia bertemu seekor penguin pendek yang menggigit jarinya. Kejadian lucu inilah yang menjadi awal terpilihnya penguin sebagai logo sistem operasi Linux. Sampai sekarang, logo Linux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang-orang lebih mudah mengenali segala sesuatu yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik dan lucu ini. Oleh karena itu sampai dari dulu sampai sekarang Linus Torvalds sering di sebut oleh orang-orang diseluruh dunia sebagai Father of Linux atau Bapak-nya Linux (Penguin).

Satu hal yang menarik dari Linus Torvalds, setiap kata-kata yang keluar dari mulut Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dan press releasenya selalu ditunggu-tunggu oleh jutaan orang pecinta Linux. Berkat kepiawaiannya ini, pada tanggal 24 April 2012, Linus Torvalds terpilih sebagai salah satu dari dua penerima penghargaan Millennium Technology Prize 2012. Penghargaan yang diterima Linus ini sama kelas dengan penghargaan Nobel di dunia teknologi.

sumber : http://www.pulsk.com/509461/Linus-Torvalds-sang-pendiri-Linux.html

Andrew E. Rubin " Pendiri Android"

 Hasil gambar untuk pendiri android
Andrew E. Rubin adalah pelopor teknologi, pendiri dan mantan CEO dari kedua Danger Inc, dan Android Inc Saat ini beliau adalah Senior Vice President Mobile di Google, di mana ia mengawasi pengembangan Android, sebuah sistem operasi open source untuk smartphone. Rubin memiliki empat paten untuk penemuannya. Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Rubin dibesarkan di Chappaqua, NY, anak seorang psikolog yang kemudian mendirikan sendiri perusahaan direct marketing. Perusahaan ayahnya menciptakan foto-foto dari gadget elektronik terbaru yang akan dikirim dengan tagihan kartu kredit, sehingga kamar tidur Mr Rubin itu dihiasi dengan perangkat terbaru “. Ia mengelola sebuah sistem komputer papan buletin di masa mudanya. Pendidikan Rubin di Horace Greeley SMA di Chappaqua, NY 1977-1981 dan Utica College, Utica, New York Bachelor of Science di bidang ilmu komputer 1981-1986. Pada Juli 2005, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. 
Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler. Karier Andy Rubin : Carl Zeiss AG, robotika insinyur, 1986 – 1989, Apple Inc, insinyur manufaktur, 1989 – 1992, Umum Magic, insinyur, 1992 – 1995. Apple spin-off di mana ia berpartisipasi dalam mengembangkan Cap Magic, sistem operasi dan antarmuka untuk perangkat genggam mobile. MSN TV, insinyur, 1995 – 1999. Ketika Cap Sihir gagal, Rubin bergabung Artemis Penelitian, yang didirikan oleh Steve Perlman, yang menjadi Webtv dan akhirnya diakuisisi oleh Microsoft. Danger Inc, salah satu pendiri, 1999 – 2003. Didirikan dengan Matt Hershenson dan Joe Britt. Perusahaan yang paling terkenal untuk Hiptop Danger, sering dicap sebagai Sidekick T-Mobile, yang merupakan ponsel dengan PDA-seperti kemampuan. Perusahaan kemudian diakuisisi oleh Microsoft pada Februari 2008. Android Inc, salah satu pendiri 2003 – 2005 dan Google, wakil presiden senior, 2005 – sekarang. Yang bertanggung jawab atas Android. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. 
 Hasil gambar untuk pendiri android
Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android. Android versi 1.1 – Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email. Android versi 1.5 (Cupcake) – Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Android versi 1.6 (Donut) – Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech Tokoh Ilmuwan Penemu – http://www.tokoh-ilmuwan-penemu.com engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA. Android versi 2.0/2.1 (Eclair) – Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1. Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik. Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook. Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt) – Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market. Android versi 2.3 (Gingerbread) – Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu. Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb) – Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011. Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich) – Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC. Android versi 5.0 (Jelly Beam) – Akan segera dirilis tahun 2012 ini. Android Jelly Bean ini diperuntukkan untuk komputer tablet dan memungkinkan untuk digunakan pada sistem operasi PC atau Komputer. Sehingga rumornya kemunculan Android Jelly Bean ini untuk menyaingi rilis terbaru Windows 8 yang juga akan segera dirilis. Karena kita ketahui bersama perbincangan versi Android sebelumnya yaitu Android Ice Cream Sandwhich pun masih hangat di telinga. Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware. 


 sumber : http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2012/06/andy-rubin-sistem-operasi-android.html

Bill Gates " Pendiri Microsoft "


pendiri microsoft
sumber gambar : google
William Henry Gates III ( Bill Gates ), lahir pada 28 Oktober 1955 di seattle, Washington. Ayahnya bernama William Henry Gates ,Sr., dan Ibunya bernama Mary Maxwell.

Bill Gates adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan pengacara terkenal di kota, dan ibunya seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bank dan anggota Tingkat Nasional United Way. Sejak kecil, Bill menunjukkan tanda-tanda menjadi seseorang yang akan dikenal dan disegani di seluruh dunia. Ia sangat cerdas dibanding teman-temannya.

Awal mula ia menyukai komputer adalah saat ia bersekolah di Lakeside School. Ia mulai berkenalan dengan komputer yang saat itu masih berukuran jumbo dan masih jarang nan langka dimiliki oleh setiap rumah. BASIC, bahasa pemrograman sudah menjadi camilan baginya.

Setelah lulus dari SMA, Bill melanjutkan ke Harvard University. Di sana ia berkenalan dengan penggila komputer yang bernama Paul Allen. Karena kesamaan hoby, dengan mudah mereka bisa sharing pengetahuan mengenai komputer. Hingga pada akhirnya, mereka berdua sepakat mendirikan kerajaan software "MICROSOFT" pada tanggal 4 April 1975. Microsoft bersaing dengan IBM dan Apple. Microsoft memiliki visi "Setiap komputer di setiap meja dan Microsoft di setiap komputer".

Bill Gates tidak ingin terjerumus dalam kekayaan semu, ia mendirikan yayasan sosial Bill & Melinda Gates Foundation dan menyumbangkan sebagian besar hartanya. Pada tahun 2000, Bill mengundurkan diri dari CEO Microsoft dan memberikan jabatannya kepada teman karibnya Steve Ballmer. Pada tahun 2008, Bill mengundurkan sebagian besar jabatannya di Microsoft namun tetap sebagai ketua dewan direktur.
Sumber : http://biografi-center.blogspot.com/2011/03/bill-gates.html

Larry Page "Pendiri Google"



pendiri google
Sumber gambar : google
Lawrence Edward Page (Larry Page) dilahirkan di Lansing, Michigan pada 26 Maret 1973, Ayahnya Carl Vincent Page dan Ibunya Gloria Page.

Larry Page sejak kecil sudah mewarisi kecerdasan kedua orang tuanya di bidang komputer dan programming. Ayahnya yang bekerja sebagai profesor bidang ilmu komputer dan ibunya yang bekerja sebagai guru pemprograman di Universitas Michigan memang ahli komputer dan pemprograman.

Setelah lulus dari East Lansing High School, ia melanjutkan ke University of Michigan. Di sana ia mendapatkan gelar Bachelor of Science. Seperti belum kenyang ilmu komputer, Larry kembali melanjutkan kuliah di Stanford University. Nah, di Stanford lah karir Larry sebagai Pendiri Google Inc. dimulai.

Diawali dengan pertemuannya dengan Sergey Brin, salah satu pendiri Google Inc. Sebenarnya Larry dan Sergey pada awalnya merasa tidak cocok. Hal ini disebabkan karena ketidakcocokan mereka terhadap setiap topik yang dibicarakan. Namun, pada akhirnya mereka memiliki ketertarikan yang sama yaitu mengenai mesin pencari (search engine).Pasangan ini kemudian menelurkan karangan yang berjudul " The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine " yang sangat berpengaruh bagi karir mereka.

Akhirnya pada tahun 1998, Google Inc. resmi dibuka di Menlo Park, California. Google berhasil mencuri perhatian seluruh dunia. Banyak lamaran kerja yang datang per harinya. Karena berkembang sangat pesat, Google Inc. pindah ke Mountain View, California sampai saat ini.

Sama seperti Sergey Brin, Larry Page juga aktif melakukan kegiatan amal. Sampai sekarang Google Inc berhasil menjadi search engine terbesar di dunia.
sumber : http://biografi-center.blogspot.com/2011/03/larry-page-pendiri-google.html

Sergey Brin "Pendiri Google"



pendiri google
sumber gambar: google
Sergey Mikhailovich Brin lahir di Moscow pada 21 Agustus 1973 , dari sebuah keluarga Yahudi. Ayahnya yang bernama Mikhail Brin dan ibunya Evgenia Brin adalah ahli matematika lulusan Moscow State University.

Pada tahun 1979, ketika Brin berumur 6 tahun, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Di sana, Brin didaftarkan di sekolah dasar Paint Branch Montossori, Adelphi, Maryland. Ayahnya, yang juga seorang profesor di departemen matematika University of Maryland, berperan besar mengembangkan ketertarikan Brin pada matematika.

Pada bulan September 1990, setelah lulus dari Eleanor Roosevelt High School, Brin diterima di University of Maryland, College Park. Di sana ia mengambil jurusan ilmu komputer dan matematika, dan berhasil mendapatkan gelar Bachelor of Science pada tahun 1993.

Brin kemudian melanjutkan pendidikan ilmu komputernya di Stanford University melalui beasiswa dari National Science Foundation. Ia menerima gelar masternya pada bulan Agustus 1995.

Brin menunjukkan ketertarikannya pada Internet tak lama setelah ia diterima di Stanford. Ia menulis banyak paper yang membahas tentang data-mining dan pattern extraction. Ia juga menulis software yang dapat mengubah TeX menjadi HTML untuk memudahkan tugas-tugasnya.

Momen terpenting Brin di Stanford adalah ketika ia bertemu dengan Larry Page. Menurut rumor di Google, Page dan Brin "tidak saling menyukai ketika mereka pertama kali bertemu di pascasarjana ilmu komputer Standford University pada 1995. Namun demikian, mereka akhirnya menemukan bahwa mereka memiliki ketertarikan yang sama: mencari dan menemukan informasi yang relevan dari sekumpulan data yang besar. Bersama-sama, pasangan ini kemudian menulis sebuah karya berjudul "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine" yang dianggap sebagai bibit bagi karir mereka. Bersama mereka mendirikan mesin pencari Google. yang mulai beroperasi pada tahun1998. Google didasarkan pada teknologi PageRank yang telah dipatenkan yang mendasarkan pada struktur link-link antar situs web untuk menentukan peringkat suatu situs tertentu.

Pada bulan Mei 2007, Brin menikahi Anne Wojcicki di Kepulauan Bahama. Wojcicki adalah seorang analis bioteknologilulusan Yale University. Ia adalah pendiri 23andMe.

Ibu Brin didiagnosis menderita Penyakit Parkinson. Pada tahun 2008, Brin mendonasikan banyak uangnya ke University of Maryland School of Medicine, tempat di mana ibunya dirawat.
referensi : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/10/biografi-sergey-brin-pendiri-google.html

Leonard Kleinrock " Penemu Internet "


Penemu Internet
Leonard Kleinrock (Bapak Internet)
Leonard Kleinrock adalah seorang insinyur dan ilmuwan Amerika Serikat yang disebut sebagai Bapak Internet. Ia membuat kontribusi penting beberapa bidang jaringan komputer, khusus untuk sisi teoritis jaringan komputer.
Leonard Kleinrock dikenal karena kontribusinya dalam dunia jaringan. Karyanya yang paling terkenal dan signifikan adalah teori pertukran paket melalui makalahnya pada tahun 1959 dan pada tahun 1961 tentang perturan paket dalam kaitannya dengan paket teknologi.
Kleinrock lahir pada tanggal 13 juni 1934 dikonta New York, ia lulus dari Bronx High School of Science pada tahun 1951 dan menerima gelar Sarjana Teknik Elektro dan Ilmu Komputer 1957 dari City College of New York.
Pada tahun 1959 dan 1963, ia mendapatkan gelar master dan doktor (Ph.D) di bidang teknik elektro dan ilmu komputer dari Institut Teknologi Massachussetts. Setelah menyelesaikan pendidikan ia kemudian bergabung , dengan fakultas di Universitas California di Los Angeles (UCLA), Sekolah Teknik dan Sains terapan dimana ia bekerja disana sebagai Profesor Ilmu Komputer.
Pada tanggal 29 Oktober 1969 ia menciptakan salah satu penemuan terbesar menjelang abad modern yaitu internet yang secara tidak sengaja berhasil memecahkan kode digital dan menjadikannya sebagai paket-paket yang terpisah. beliau pun adalah salah satu pelopor jaringan komunikasi digital, dan membantu membangun ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).
Kleinrock telah menerima banyak pengharigaan. beliau di pilih untuk menerima penghargaan bergengsi yaitu Nasional Of Science, sebuat kehormatan ilmiah bangsa, dari Presiden George W. Bush di Gedung Putih pada tanggal 29 September 2008. mendapatkan penghargaan The 2007 National Medal of Science dalam memberikan kontribus fundamental kepada teori matematika jaringan modern, dan untuk spesifikasi fungsional switching paket, yang merupakan dasar teknologi internet generasi mentoring.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Leonard_Kleinrock